Pemenang injury time Sadio Mané mengangkat Liverpool atas Manchester City

Enam puluh hari sesudah tampilan Liverpool terakhir kalinya berhenti dengan mendadak serta menyakitkan di final Liga Champions, Mohamed Salah kembali dengan mulus ke peranannya menjadi wakil kepala team Jürgen Klopp. Manchester City lagi menanggung derita, mengalah pada kekalahan ke empat berturut-turut mereka dalam tujuh bulan ke Liverpool karena penalti penghentian Sadio Mané. Salah merubah pertemanan pramusim dimana City City yang muda memegang kelebihan, serta memimpin lewat penyelesaian halus Leroy Sané, sebelum menyerah pada daya serta kualitas yang semakin besar yang dibawa internasional serta Mani Mesir ke serangan Liverpool. Pencetak 44 gol untuk Liverpool musim kemarin menyamai posisi 70 detik sesudah dikenalkan di Stadion MetLife.

Dia dapat tuntas dengan hat-trick tapi mesti senang dengan peranan terpenting dalam penalti yang memberikan kemenangan Liverpool menjadi gantinya. ” Mo tidak mempunyai permasalahan, dia cuma mesti terlatih dengan apakah yang kami kerjakan, ” kata Klopp, yang menyongsong Salah untuk kali pertamanya semenjak cedera pundak yang berperan pada hilangnya Liverpool ke Real Madrid di Kiev. “Kami sudah lakukan beberapa hal untuk menguatkan otot di bahunya. Bila saya cemas dia akan tidak bermain. Dia hadir serta cetak gol sesudah mungkin saja 35 detik serta mempunyai efek besar dengan Sadio serta Dom Solanke. Itu set ke-2 yang bagus. Masih tetap ada, semua baik, tapi kita mesti selalu bekerja.

” Persiapan untuk kompetisi Piala Champions Internasional jauh dari baik untuk ke-2 team. Pitch juga memiliki masalah, basah kuyup sesudah hujan hari serta tambal sulam sudah relaid pada pukul 5 pagi di hari Selasa sesudah rangkaian konser Swift Taylor. Kota mempunyai 16 anggota tim team pertama mereka yang hilang karena berlibur serta cedera pasca-Piala Dunia. XI yang muda serta tidak memiliki pengalaman merupakan konsekuensi yang tidak terelakkan, walau penandatanganan rekor £ 60 juta Riyad Mahrez membuat tampilan kedua-duanya dalam warna Kota. Permasalahan penentuan Liverpool kurang dramatis, dengan Georginio Wijnaldum kembali untuk kompetisi pertama pra-musim serta team Klopp tambah lebih ringan dikenali, tapi mereka cuma datang di hotel mereka di New Jersey pada pukul 2 pagi di hari kompetisi.

Permasalahan tehnis dengan pesawat mereka serta badai listrik tunda penerbangan mereka dari Charlotte hampir delapan jam. Musim panas penandatanganan Naby Keïta menanggung derita sakit leher di perjalanan serta di hilangkan dari tim hari kompetisi menjadi akhirnya. Dalam kondisi ini, anak-anak City membebaskan diri dengan baik, mainkan sepakbola yang lebih tajam serta lebih meneror di set pertama walau Liverpool nikmati semakin banyak kepemilikan. Lukas Nmecha, pemain internasional U-19 kelahiran Hamburg, kerap memunculkan permasalahan buat Joe Gomez serta Virgil van Dijk di pusat pertahanan Liverpool dengan pergerakan cerdas serta permainan bertahan yang kuat.

Oleksandr Zinchenko tinggal dengan nyaman ke peranan gelandang bertahan serta Brahim Diaz juga berkesan di belakang Nmacha. Itu Mahrez yang mendikte irama kapasitas City, bagaimanapun, dengan ringan mengatur proses di tempat gelandang yang lebih sentra dibanding umumnya di Leicester City. Mahrez membuat pembukaan pertama malam dengan bola tertimbang prima ke jalan Nmacha. Tembakan rendah pemain berumur 19 tahun itu ditangkis oleh Loris Karius serta, dibawah desakan Fabinho, ia melesakkan rebound dengan percuma diatas gawang terbuka. Striker mengimbau percuma untuk penalti, seperti yang dikerjakan Lukas Bolton saat ia diamankan oleh Andy Robertson didalam ruang tapi masih berdiri sebelum jatuh sesudah bola melaju keluar untuk sepakan gawang. Wasit Sorin Stoica tidak terdorong oleh klaim penalti ke-3 saat Curtis Jones di kirim jatuh oleh Cameron Humphreys sebentar sebelum jeda.

Jones merupakan pemain mengagumkan Liverpool di set pertama. Pemain berumur 17 tahun itu nikmati pra-musim yang bagus untuk team Klopp serta dia jadi ancaman paling besar buat pertahanan Kota dari kiri serangan Liverpool. Itu sampai substitusinya, Salah, masuk kericuhan pada menit ke-61. Mereka yang ramah begitu memerlukan insiden untuk menyemarakkan kerumunan 52. 635 – kedatangan yang sehat dengan standard apapun dibawah kemampuan Stadion MetLife sebesar 82. 500. Daya tarik dua lampu utama Liga Premier itu menyusut karena tidak ada demikian banyak nama bintang. Kuota, serta tontonan, ditingkatkan dengan pengenalan 1/2 detik dari Sané. Dalam hitungan detik Solanke mempunyai arah dibatalkan karena offside, City buka score dengan gol berkualitas pada serangan balik. Bernardo Silva, pemain substitusi paruh waktu yang lain, kirim Sané lari cepat dari Van Dijk dengan sepakan yang bagus dari Fabinho serta bola mengarah kiri.

Pemain internasional Jerman itu, masih tetap terasa jijik dari kelalaiannya yang mengagetkan dari tim Piala Dunia Joachim Löw, tinggalkan Van Dijk di hadapannya sebelum menyapu gawang kuat diluar gawang substitusi Caoimhin Kelleher. Liverpool menyamai posisi secara cepat serta, buat kegirangan sejumlah besar pemirsa, merupakan Salah yang cetak gol dengan sundulan jarak dekat dari umpan silang sayap kanan Rafael Camacho. Pemain internasional Mesir sudah ada di lapangan cuma saat 70 detik saat dia menyamai posisi melalui Joe Hart yang terekspos, yang menukar Claudio Bravo saat interval itu, serta Salah bertindak dalam merubah permainan dengan penuh semangat dalam mensupport Liverpool sesudahnya.

Baca Juga :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *