Mauro Icardi Puas Setelah Imbangi Skuad Blaugrana

Mauro Icardi mengakui senang sesudah menyeimbangi tim Blaugrana. Salah satunya penyerang punya Inter Milan itu menjelaskan jika dianya benar – benar terasa senang dengan hasil seri 1 – 1 yang tutup laga sengit menantang FC Barcelona di laga kelanjutan Group B Liga Champions musim 2018 – 2019 ini, yang berjalan di hari Rabu 7 November 2018 awal hari kemarin (WIB). Menurut opini Icardi sendiri, walaupun tidak merengkuh hasil kemenangan di pertandingan itu, tapi hasil draw yang didapat saja nilainya cukup sudah baik untuk memberikan kesempatan buat Inter untuk maju ke set setelah itu. Mauro Icardi terasa meyakini bila hasil seri cukup sudah menjadi modal Inter Milan untuk bermain keseluruhan saat bertemu dengan Tottenham Hotspur di laga setelah itu.

Selain itu, dianya ikut memandang jika memperoleh hasil imbang dengan El Barca ikut adalah satu prestasi yang tidak bisa dipandang jelek. Hal tersebut jugalah yang membuat pemain berasal dari Argentina itu terasa cukuplah senang dengan hasil imbang dengan Barcelona. Seperti yang diambil dari situs sah UEFA di hari Rabu, 7 Oktober 2018, Icardi menjelaskan bila team telah melakukan satu laga yang susah, terpenting saat di set pertama. Hal tersebut karena disebabkan team bertemu dengan team terunggul dalam dunia saat ini, itu menurut penilaian dianya. Akan tetapi, Icardi menyebutkan timnya tidak sempat menyerah serta sukses selamatkan satu point dengan lewat golnya.

Itu adalah satu hasil yang begitu penting buat FC Internazionale. Inter Milan bisa disebutkan bermain lumayan baik di laga kontra team Blaugrana – yang disebut julukan terkenal untuk FC Barcelona – itu. Walau sudah sempat ketinggalan 0-1 pada menit ke-83 sebab gol yang dibuat Malcom, Inter dapat langsung membalas secara cepat lewat sontekan dari Icardi empat menit berlalu dari gol Barcelona. Berdasar hasil seri yang ditangkap itu, pada sekarang ini I Nerazzurri – titel terkenal untuk Inter Milan – masih tetap menempati di posisi ke-2 klassemen sesaat Group B Liga Champions 2018 – 2019 dengan merengkuh 7 angka atau cuma berselisih 3 angka dari Barcelona yang ada di puncak. Selain itu, Inter juga unggul tiga point dari Tottenham yang pas ada di bawahnya.

Inter Milan sendiri merengkuh hasil positif saat memerankan pertandingan away ke markas Lazio dalam kelanjutan minggu ke 10 Liga Italia pada musim 2018 – 2019. Il Nerazzurri sukses mendulang point penuh selesai menumbangkan team tuan tumah dengan score telak 3 – 0. Striker andalan Inter, Mauro Icardi sendiri menuliskan diri menjadi bintang saat timnya pada pertandingan itu. Pemain yang datang dari Argentina itu memberi 2 gol untuk Il Nerazzurri – julukan Inter Milan – pada laga yang diselenggarakan di Stadion Olimpico, Roma di hari Selasa, 30 Oktober 2018 kemarin.

Sesaat satu gol Inter yang lain hadir dari Marcelo Brozovic. Lihat hasil positif yang direngkuh Inter Milan pada beberapa pertandingan paling akhir di arena Liga Italia, Icardi juga mengharap timnya dapat selalu meneruskan perolehan itu sampai akhir musim. Menurut penilaiannya, perform team telah demikian baik serta kebanyakan orang tentunya dapat lihat permainan seperti apakah yang mereka mainkan. Sehari-hari team berusaha untuk lakukan semua yang lebih baik daripada cuma pikirkan kekeliruan – kekeliruan kecil.

Baca Juga :

Samir Handanovic Menyesal Tak Bisa Jaga Gawangnya Tetap Suci

Samir Handanovic menyesal tidak dapat mengawasi gawangnya supaya masih suci. Kiper Inter Milan tersebut sedianya memang sudah membuat beberapa tindakan penyelamatan cemerlang waktu timnya meredam imbang Barcelona dengan score 1 – 1 dalam match day ke 4 Group B Liga Champions musim 2018 – 2019 di hari Rabu, 7 November 2018 pagi hari barusan (WIB). Handanovic terasa seharusnya bisa mengawasi gawangnya tidak kebobolan. Pertandingan tersebut sudah berjalan cukuplah ketat serta terkunci saat 80 menit. Dimana Barca baru dapat cetak gol pada menit ke 83 saat Malcom melepas tembakan keras yang lewat celah kaki pemain Inter Milan. Gol berikut yang disesali Handanovic.

Dianya saat itu terasa meyakini telah ada di tempat yang pas untuk menahan bola itu masuk ke gawang. Akan tetapi Handanovic mengaku tidak bisa lihat si kulit bulat dengan jelas karena terhambat beberapa pemain Inter. Handanovic juga tidak dapat mengingkari bila El Barca telah tunjukkan perform yang lebih baik daripada Inter Milan. Pria berusia 34 tahun ini memang tidak bisa banyak berbuat, tapi dianya tetap harus menyesali gol dari Barcelona. Dianya yakin bila seharusnya Inter bisa tampil lebih baik kembali bila saja tidak membiarkan Barca bermain sangat nyaman waktu menyerang.

Samir Handanovic mengaku, semestinya dia bisa selamatkan gol itu. Seperti yang diambil dari Football Italia, sang kiper yang berkaitan mengakui telah ada di tempat untuk bikin penyelamatan, tapi sayang sang pemain malah melepas tembakan diantara dua pemain serta dianya tidak bisa memandangnya dengan jelas. Tapi tetap harus, dianya masih tetap selalu berfikir masalah apakah yang dapat dia kerjakan lebih baik. Menurut pemikiran Samir sendiri, FC Barcelona memang sudah bermain tambah lebih baik dibanding Inter serta seharusnya Inter dapat berusaha lebih keras kembali untuk melesakkan gol.

Walau bagaimanapun, Samir Handanovic sendiri begitu yakin bila hasil laga itu ialah satu pelajaran yang benar-benar bernilai untuk Inter Milan. Menurut penilaiannya, bermain kontra team asal Katalan jelas saja memerlukan usaha yang tidak gampang untuk dikerjakan demikian saja. Tapi beberapa pemain Inter Milan telah memberikan pembuktian riil bila mereka memang sudah berkembang mengarah yang lebih baik dari sekian waktu. Pria kelahiran Ljubljana, Slovenia pada tanggal 14 Juli 1984 itu mengaku, beberapa pemain Barca telah lakukan serangan dengan sangat gampang pada set pertama laga serta saat Anda selalu memberikan keseluruhan penguasan bola pada mereka, jadi Anda akan tetap didorong mundur ke belakang.

Baca Juga :

Mauro Icardi Puas Setelah Imbangi Skuad Blaugrana

Mauro Icardi mengaku puas setelah mengimbangi skuad Blaugrana. Salah satu striker milik Inter Milan tersebut mengatakan bahwa dirinya benar – benar merasa gembira dengan hasil seri 1 – 1 yang menutup pertandingan seru melawan FC Barcelona di pertandingan lanjutan Grup B Liga Champions musim 2018 – 2019 ini, yang berlangsung pada hari Rabu 7 November 2018 dini hari lalu (WIB). Menurut pendapat Icardi sendiri, walau tidak merengkuh hasil kemenangan di laga tersebut, tetapi hasil draw yang didapatkan saja nilainya sudah cukup baik untuk memberi peluang bagi Inter untuk lolos ke babak selanjutnya. Mauro Icardi merasa yakin jika hasil seri sudah cukup untuk menjadi modal Inter Milan untuk bermain total pada saat berjumpa dengan Tottenham Hotspur di pertandingan selanjutnya.

Di samping itu, dirinya juga menilai bahwa mendapatkan hasil imbang dengan El Barca juga merupakan sebuah prestasi yang tidak dapat dianggap buruk. Hal itu jugalah yang membuat pemain berkebangsaan Argentina itu merasa cukup puas dengan hasil imbang dengan Barcelona. Seperti yang dikutip dari situs resmi UEFA pada hari Rabu, 7 Oktober 2018, Icardi mengatakan jika tim sudah menjalani satu pertandingan yang sulit, terutama ketika di babak pertama. Hal itu disebabkan karena tim berhadapan dengan tim terbaik di dunia sekarang ini, itulah menurut penilaian dirinya. Namun, Icardi menyebut timnya tak pernah menyerah dan berhasil menyelamatkan satu poin dengan melalui golnya. Itu merupakan satu hasil yang sangat penting bagi FC Internazionale.

Inter Milan dapat dikatakan bermain cukup baik di pertandingan kontra tim Blaugrana – yang merupakan julukan beken untuk FC Barcelona – tersebut. Meskipun sempat tertinggal 0-1 di menit ke-83 karena gol yang diciptakan Malcom, Inter mampu langsung membalas dengan cepat melalui sontekan dari Icardi empat menit berselang dari gol Barcelona. Atas hasil seri yang diamankan tersebut, pada saat ini I Nerazzurri – gelar beken untuk Inter Milan – masih bertengger di urutan kedua klasemen sementara Grup B Liga Champions 2018 – 2019 dengan merengkuh 7 angka atau hanya berselisih 3 angka dari Barcelona yang berada di puncak. Sementara itu, Inter pun unggul tiga poin dari Tottenham yang tepat berada di bawahnya.

Inter Milan sendiri merengkuh hasil positif pada saat melakoni laga away ke markas Lazio dalam lanjutan pekan ke 10 Liga Italia di musim 2018 – 2019. Il Nerazzurri berhasil mendulang poin penuh usai menumbangkan tim tuan tumah dengan skor telak 3 – 0. Penyerang andalan Inter, Mauro Icardi sendiri mencatatkan diri sebagai bintang ketika timnya pada laga tersebut. Pemain yang berasal dari Argentina itu menyumbang 2 gol untuk Il Nerazzurri – julukan Inter Milan – pada pertandingan yang digelar di Stadion Olimpico, Roma pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 lalu. Sementara satu gol Inter lainnya datang dari Marcelo Brozovic. Melihat hasil positif yang direngkuh Inter Milan pada beberapa laga terakhir di ajang Liga Italia, Icardi pun berharap timnya bisa terus melanjutkan pencapaian tersebut hingga akhir musim. Menurut penilaiannya, performa tim sudah begitu baik dan semua orang pastinya bisa melihat permainan seperti apa yang mereka mainkan. Setiap hari tim berupaya untuk melakukan semua yang lebih baik ketimbang hanya memikirkan kesalahan – kesalahan kecil.

Baca Juga :

 

Massimiliano Allegri Sebut The Old Lady Dalam Keadaan Tidak Prima

Massimiliano Allegri menyebut The Old Lady sekarang ini masih berada dalam keadaan yang tidak prima. Peramu taktik Juventus itu membeberkan kondisi para pemainnya jelang berhadapan dengan Manchester United dalam matchday keempat fase grup H Liga Champions pada musim 2018 – 2019, yang berlangsung pada hari Kamis 8 November 2018 dini hari nanti (WIB). Allegri mengaku beberapa pemain Juventus kini dalam kondisi yang kurang prima lantaran didera cedera dan kelelahan. Sejumlah penggawa yang berada dalam kondisi kurang prima ini merupakan pemain kunci Juventus, seperti Douglas Costa dan Miralem Pjanic.

Akibat kondisi yang tidak prima tersebut Allegri pun secara otomatis tidak memainkan mereka secara penuh saat berhadapan dengan Cagliari dalam laga lanjutan Liga Italia 2018-2019 yang berlangsung pada hari Minggu, 4 November 2018 dini hari WIB. Max Allegri mengambil keputusan untuk menarik Costa pada menit ke 46 kemudian memutuskan untuk mengganti dirinya dengan Juan Cuadrado. Sementara itu, Pjanic sendiri harus ditarik ke bangku cadangan pada menit ke-70 lantaran mengalami masalah pada otot tangannya. Posisi Pjanic pun digantikan oleh Alex Sandro. Walau demikian, di sisi lainnya Allegri tetap optimis kondisi fisik para pemainnya bisa segera kembali prima.

Hal itu memang sangat diperlukan supaya klub berjuluk The Old Lady dapat tetap bermain maksimal pada saat berhadapan dengan skuad didikan Jose Mourinho beberapa hari mendatang.Douglas Costa mempunyai masalah pada ototnya, Pjanic mulai merasa sedikit lelah dan merasakan sesuatu di otot fleksornya, dan Blaise Matuidi juga sudah kelelahan. Sementara Giorgio Chiellini dipastikan bakal tersedia untuk dimainkan pada hari Kamis dini hari WIB) dan (Federico) Bernardeschi seharusnya juga. Sedangkan untuk Mario Mandzukic sendiri, dirinya perlu melihat masalah pada pergelangan kakinya terlebih dulu dan mengetahui kondisinya lebih lanjut sebelum mencantumkan namanya ke dalam daftar skuad yang akan bertanding.

Sebelumnya, hasil positif baru saja diamankan Juventus kala berhadapan dengan Cagliari dalam laga lanjutan Liga Italia 2018 – 2019 kemarin. Walau telah berhasil mengalahkan tim lawan dengan skor 3 – 1, tetapi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, nyatanya belum merasa puas menyaksikan penampilan para pemainnya. Sebab Allegri berpendapat, pemain Juventus banyak melakukan kesalahan pada pertandingan tersebut sehingga mereka tidak dapat mengoptimalkan peluang-peluang emas yang didapat. Di babak pertama laga, Cagliari pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1 setelah Joao Pedro menjebol gawang tuan rumah yang dikawal Wojciech Szczesny pada menit 38.

Baca Juga :

Mohamed Salah Memang Sudah Lama Berencana ke Anfield

Mohamed Salah mengungkapkan dirinya memang sudah lama berencana untuk menjalani karier profesinal di Anfield Stadium. Pemain yang juga akrab disapa dengan sebutan Mo Salah tersebut mengaku sudah merencanakan untuk bisa membela Liverpool. Hal itu tak lepas dari kegemarannya bermain game PlayStation. Mohamed Salah mengungkapkan bahwa dirinya sudah berpikir untuk bermain di Liverpool sejak memulai karier di Eropa bersama klub asal Swiss, FC Basel. Seperti yang dilansir dari Sky Sports pada hari Jumat, 2 November 2018 waktu setempat lalu, Salah mengklaim pada saat dirinya menginjakkan kaki di Basel dari Mesir, ia meang sudah berencana untuk bermain di Liverpool suatu hari nanti.

Sempat ada kesempatan sebelumnya, tetapi sayang tidak terjadi kesepakatan seperti yang diinginkan olehnya. Keinginan besar yang dimiliki oleh Mohamed Salah ke Liverpool bukan tanpa alasan. Menurut dia, Liverpool adalah klub terkenal dan memiliki banyak penggemar di Timur Tengah. Bahkan saat kecil, Salah kerap memainkan Liverpool di game PlayStation. Ia menilai, The Reds – julukan popular untuk FC Liverpool – itu sendiri memang merupakan salah satu klub terkenal dan mereka sudah mempunyai begitu banyak penggemar di Timur Tengah.

Mungkin saja dirinya masih berumur 10 – 11 tahun ketika itu pada saat mendengar Liverpool untuk pertama kalinya. Tetapi dirinya sudah sering memainkan Liverpool di PlayStation. Atas dasar itulah, dirinya benar – benar tak ingin menolak ketika Liverpool menunjukkan minat padanya semasa masih di AS Roma. Pada saat Si Merah kembali tertarik, dirinya tidak berpikir dua kali terlebih dulu sebelum mengambil keputusan untuk langsung bergabung.

Akan tetapi, tentu saja Anda harus mempertimbangkan berbagai hal terlebih dulu sebelum benar-benar mewujudkan kontrak kerja sama dengan klub besar itu. Mohamed Salah bergabung dengan Liverpool pada bulan Maret 2016 lalu. Nilai transfer dari AS Roma diperkirakan mencapai 39 juta poundsterling. Musim lalu, Salah membukukan 32 gol untuk Liverpool pada ajang Liga Inggris. Dia lantas dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Liga Inggris 2017-2018.

Baca Juga :

Max Allegri Tak Puas Sebelum Menangkan Liga Champions!

Max Allegri menyatakan dirinya tak akan merasa puas sebelum memenangkan Liga Champions. Tak dipungkiri lagi bila sejatinya Juventus sudah meraih kesuksesan dalam beberapa musim terakhir. Akan tetapi, hal itu saja rupanya belum membuat sang peramu taktik, yakni Massimiliano Allegri sendiri merasa puas. Sang pelatih menuturkan hanya ada satu hal saja yang bisa mengobati ketidakpuasannya tersebut, yakni juara Liga Champions. Tim ini memang sudah melakukan segala hal dengan baik, sejarah klub pun sudah terpampang jelas di mana mereka telah memenangkan ketujuh titel Liga Italia dan dua final Liga Champions dalam tujuh tahun terakhir. Seperti yang dilansir dari Sky Italia, Allegri mengklaim menjaga level ini semakin sulit dan hanya ada satu yang harus ditingkatkan.

Sebab tim masih harus memenangi Liga Champions. Pelatih yang sebelumnya ketika masih aktif bermain berposisi sebagai gelandang ini menyadari bahwa Juventus harus menghadapi tim-tim kuat untuk menjadi jawara Liga Champions. Seperti misalnya, mereka harus mampu mengalahkan tim yang sudah 5 kali menjadi kampiun kompetisi terelite antarklub Eropa ini, Barcelona. Hanya saja, Allegri melanjutkan bila klub bergelar La Vecchia Signora harus tetap dinaungi dewi fortuna. Setiap pemain harus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan juga memiliki keberuntungan yang bagus karena kompetisi ini dimainkan layaknya episode. Si Nyonya Tua memang telah berhasil membuat para pesaingnya di Liga Italia bertekuk lutut seolah tidak berdaya, setelah merengkuh ketujuh gelar juara Serie A secara berturut – turut.

Tambahan empat trofi jawara Coppa Italia dalam empat musim terakhir semakin memberi bukti Juventus sangat dominan. Akan tetapi, Si Nyona Tua sudah lama tidak menjuarai Liga Champions. Untuk terakhir kalinya, tim bergelar I Bianconeri mengangkat trofi kuping besar itu pada musim 1995 – 1996 silam. Setelah itu, klub hanya menjadi runner-up dalam final musim 1996 – 1997, 1997 – 1998, 2002 – 2003, 2014 – 2015 dan 2016 – 2017. Max Allegri mengungkapkan terdapat kedua klub di Liga Italia yang menjadi antitesis bagi timnya pada musim ini. Menurut Allegri, dua klub tersebut ialah Inter Milan dan Napoli. Pria berusia 51 tahun itu menilai, FC Internazionale memang telah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebagai pesaing sejati dari Bianconeri.

Nerazzurri (julukan popular untuk Inter Milan) adalah tim yang dibentuk untuk memenangkan Scudetto serta bertarung melawan kami dan Napoli. Investasi besar Inter Milan yang baru saja menunjuk Steven Zhang sebagai presiden klub memang tak bisa dilihat hanya dengan sebelah mata saja. Klub sudah merekrut 8 pemain top, di antaranya adalah Radja Nainggolan, Sime Vrsaljko, dan Stefan de Vrij. Sementara itu pada sisi yang lainnya, Massimiliano Allegri secara pribadi juga turut mewaspadai kekuatan milik Napoli. Hal itu disebbakan karena Napoli menjadi tim yang tetap menunjukkan sisi kompetitif mereka sejak kedatangan pelatih berpengalaman, Carlo Ancelotti. Akan tetapi, mantan peramu taktik klub AC Milan itu sendiri menilai fokus yang ada terhadap kekuatan yang dimiliki jauh lebih penting, mengingat musim kompetisi belum mendekati akhir. Pada musim ini, tim masih harus menjalani musim yang sangat panjang sehingga semua pemain jelas saja butuh perhatian khusus.

Baca Juga :

AC Milan Kembali Catat Rekor Minor

AC Milan kembali mencatatkan rekor minor di pertandingan terakhirnya. Hal itu disebabkan karena tim tidak dapat membuat hasil clean sheet pada awal musim 2018 – 2019. Sampai match day ke 10 bertemu dengan kesebelasan Genoa pada hari Kamis, 1 November 2018 dini hari lalu (WIB), tim yang juga sering disebut dengan gelar beken I Rossoneri tersebut selalu kebobolan. Dengan demikian, Milan secara otomatis pun suksesmengulangi kisah 85 tahun silam ketika mereka tak pernah clean sheet dalam 10 pertandingan pertama Serie A pada musim 1932 – 1933 lalu.

Pasalnya sampai sejauh ini, pasukan Gennaro Gattuso sudah kebobolan 14 kali dan mencetak 20 gol. AC Milan memang telah mencatatkan hasil kemenangan tipis dengan skor akhir 2 – 1 atas Genoa dalam pertandingan di San Siro berkat gol Suso dan Alessio Romagnoli. Suso pun sukses membuka keunggulan bagi tim tuan rumah lewat golnya pada menit ke 4, yang setelah itu dilanjutkan dengan Romagnoli yang melakukan aksi bunuh diri memasuki menit ke 56, sebelum dia menjadi penentu kemenangan Milan pada menit 90. Donasi tiga poin itu sendiri membuat Milan jika ditotal sudah memiliki koleksi sebanyak 18 poin sehingga mereka berhak untuk naik ke peringkat keempat klasemen sementara Serie A.

Tim pun ketinggalan empat angka dari Inter Milan dan Napoli di urutan kedua dan ketiga dan tertinggal 10 angka dari Juventus di puncak. Kali terakhir Milan mencatat clean sheet di Serie A pada 15 April 2018 ketika bermain imbang tanpa gol melawan Napoli di San Siro. Setelah itu, gawang Milan selalu saja kemasukan gol pada 16 pertandingan berikutnya, yang tercatat sebagai pertahanan terburuk tim sejak 1946 – 1947. Hal itu tentu saja tidak dapat menghindarkan penjaga gawang nomor satu di AC Milan, yakni Gianluigi Donnarumma menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Bahkan, komentar miring di antaranya juga terlontar dari mulut salah satu direktur I Rossoneri, yakni Leonardo sendiri. Mantan gelandang elegand Milan itu menyebut, Donnarumma harus lebih konsisten. Sampai memasuki gionata ke-10 Serie A, gawang Milan sudah kebobolan 13 gol.

Paling banyak jika dibandingkan dengan ketujuh klub teratas di klasemen sementara Serie A. Dalam 10 pertandingan yang sudah dijalani oleh AC Mila,n Gianluigi Donnarumma tampil pada sembilan laga. Meski bagaimana pun juga, Donnarumma bukan lagi seorang pemain berpotensi, karena dia sudah menjadi penjaga gawang pilihan utama Italia. Seperti layaknya mayoritas pemain Milan yang lain, dia masih terus menunjukkan performa pasang dan surut. Sedianya, Donnarumma sendiri memang sudah menjadi pilihan utama di bawah mistar AC Milan sejak musim 2015/16 yang lalu.

Belakangan ini, pria yang merupakan jebolan asli dari akademi Milan tersebut juga menjadi pilihan utama di timnas Italia menyusul keputusan yang diambil oleh Gianluigi Buffon yang mundur dari timnas Italia. Dari awal kedatangannya di Milan, nama Donnarumma sudah begitu sering dielu-elukan untuk menjadi calon penjaga gawang masa depan Italia. Prediksi yang sekarang benar-benar menjadi kenyataan. Hanya saja, terdapat banyak pihak yang menilai Donnarumma masih belum tampil sesuai dengan harapan. Meski demikian, Leonardo bukan berarti meragukan kemampuan Donnarumma. Performa Donnarumma sudah mencerminkan situasi sulit yang terjadi pada level klub.

Baca Juga :

Wayne Rooney merasa beberapa pemain Man United

Wayne Rooney merasa beberapa pemain Manchester United harus berbuat lebih banyak dalam upaya untuk membantu mendapatkan musim kembali ke jalur untuk skuad Jose Mourinho. Setan Merah menemukan diri mereka di tempat kedelapan di Liga Premier setelah menang 2-1 Minggu atas Everton. Mourinho telah menemukan dirinya di bawah pengawasan setelah menjalankan bentuk acuh tak acuh yang telah melihat pemain kunci gagal untuk menghasilkan kinerja yang konsisten. Mantan kapten Inggris Rooney, yang menjadi pencetak rekor United menyusul 13 musim yang penuh trofi di Old Trafford, percaya siapa pun yang menarik kaos harus menunjukkan tingkat “rasa hormat” yang diperlukan.

Dalam sebuah wawancara dengan Football Focus, yang dipublikasikan di situs BBC Sport, Rooney mengatakan: “Jelas mereka melewati periode yang sulit pada menit ini, tetapi Jose Mourinho sangat berpengalaman dan saya pikir beberapa pemain harus melakukan sedikit lebih baik. “Mudah-mudahan mereka bisa mengubah wujud mereka, memenangkan beberapa pertandingan lagi dan menjaga tekanan di atas meja dan bangkit kembali di sana, yang mana kita semua ingin melihat mereka. “Dalam pengalaman saya, saya belum pernah melihat atau mendengar seorang pemain tidak ingin bermain dalam permainan karena mereka telah jatuh dengan manajer.”

Rooney menambahkan: “Saya tidak berpikir sebagai pemain Anda bisa melakukan itu, Anda harus menghormati klub dan fans dan juga menghormati rekan satu tim Anda. “Saya tidak berpikir ada pemain, pasti di Manchester United, tidak akan bermain untuk Jose, saya yakin mereka semua bekerja keras di belakang layar untuk mendapatkan hasil.” Rooney telah membuat dampak besar setelah pindah ke DC United setelah meninggalkan Everton, klub yang dia bergabung kembali dari United selama musim panas 2017.

Pemain berusia 33 tahun itu mencetak dua gol saat DC United mengamankan tempat play-off MLS dengan kemenangan 3-1 melawan New York City pada hari Minggu. United telah menyokong klasemen MLS ketika Rooney bergabung pada Juni, tetapi mengamankan tempat di musim pertandingan dengan satu pertandingan tersisa setelah memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi sembilan pertandingan. Rooney menikmati hidup melintasi Atlantik, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Ini sedikit lebih santai bagi kami sebagai keluarga. Jika Anda ingin pergi ke supermarket atau keluar dan membeli kopi, maka itu cukup mudah dilakukan,” katanya.

Baca Juga :

Craig Goodwin meniup Adelaide ke final Piala FFA atas Sydney FC

Dua gol menakjubkan dari Craig Goodwin mengantarkan Adelaide United ke FFA Cup dengan kemenangan 2-1 melawan Sydney FC. Goodwin menghasilkan penjepit papan atas di final Selasa malam di Adelaide saat The Reds menjadi klub pertama yang memenangkan piala itu dua kali. Goodwin spektakuler terus menjalankan bentuk kaya – ia mencetak lima gol di turnamen dan juga terjaring di A-League Jumat malam lalu. Pemain berusia 26 tahun, yang menolak tawaran Sydney FC dalam mendukung kembali ke kota kelahirannya musim ini, memukul tendangan bebas yang menjerit pada menit ke-25.

Setelah Adam Le Fondre menyamakan kedudukan dengan penalti hanya tiga menit kemudian – gol ketiga Inggris dalam tiga pertandingan terakhir untuk Sky Blues – Goodwin memastikan kemenangan dengan gol pertama di menit ke-74. Sebelum kerumunan 14.448 orang, Adelaide membalikkan keadaan di Sydney, membalikkan hasil 2-1 Sky Blues atas The Reds di final piala tahun lalu. Gol awal Goodwin datang setelah dilempari dengan bola lepas dengan Rhyan Grant. Membebaskan tendangan bebas dari jarak 24 meter, Goodwin memukul dengan sempurna waktu dan penempatan, melengkung di atas dinding dan ke pojok kanan atas untuk mengalahkan menyelam yang putus asa dari gawang Sydney Andrew Redmayne. Namun kegembiraan Adelaide hanya berumur pendek – dua menit, tepatnya.

Pada menit ke-27, kesalahan dari pemain belakang Reds Jordan Elsey memberi Sydney equalizer. Elsey lemah memainkan umpan balik yang ditujukan untuk kiper Paul Izzo, tetapi upaya dribbling dimainkan di kapten Sydney Alex Brosque. Saat Elsey jatuh ke tanah, Brosque mengambil sentuhan kaki kiri dari pengisian Izzo, yang menjatuhkan striker Sydney itu dengan penalti yang jelas. Le Fondre bertobat meskipun Izzo menebak dengan benar – menyelam ke kanannya, dia memiliki sedikit kesempatan untuk menyelamatkan tendangan penalti yang sangat keras.

Kedua belah pihak berjuang untuk menciptakan peluang asli sampai menit ke-53 ketika petir hampir melanda dua kali untuk Goodwin dari bola mati: ia membidik dari hampir 30m keluar dan ledakan kaki kiri lainnya nyaris terjawab. Tapi 21 menit kemudian, Goodwin mengamankan statusnya sebagai pahlawan Adelaide dengan piala pemenang. Setelah dikalahkan oleh rekan setim Ben Halloran, Goodwin melepaskan tendangan kaki kanan pertama ke pojok atas gawang dari tepi kotak penalti. Semua yang tersisa untuk Goodwin adalah berjalan dari lapangan ke tepuk tangan meriah sebagai pengganti menit ke-91 saat piala kembali ke Adelaide, yang memenangkan turnamen perdana 2014.

Baca Juga :

 

Mariano Diaz Sangat Berterima Kasih Pada Lopetegui

Mariano Diaz sangat berterima kasih kepada Julen Lopetegui. Ya, hal itu disebabkan karena menurut penilaiannya, mantan peramu taktik Real Madrid tersebut sudah mengizinkan dirinya untuk kembali ke Estadio Santiago Bernabeu usai didatangkan dari Olympique Lyon. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, El Real sendiri memang baru memecat Lopetegui tepatnya pada hari Senin, 29 Oktober 2018 waktu setempat lalu. Padahal mantan pelatih tim nasional Spanyol tersebut baru saja dilantik pada Juni 2018, tepatnya satu hari menjelang kick-off Piala Dunia 2018. Sementara itu, Mariano sendiri termasuk pemain yang direkrut Lopetegui pada bursa transfer di bulan Agustus 2018 lalu.

Hal itu menyebabkan pemain yang lahir pada tanggal 1 Agustus 1993 di Premia de Mar, Spanyol, sebagai produk Madrid junior tersebut kembali ke Santiago Bernabeu, setelah sebelumnya ia sempat dilego ke Lyon pada Juli 2017. Melalui akun Twitter milik pribadinya, Mariano mengklaim dirinya sudah pasti akan selalu berterima kasih kepada Julen Lopetegui, salah seorang yang membuat dirinya dapat kembali ke rumah. Pada saat ini, ia pun mendoakan yang terbaik untuk masa depan sang peramu taktik. Ia mengaku berharap semua yang terbaik baginya. Ke depannya, Mariano Diaz pun merasa sangat yakin jika dirinya masih bisa melakukan usaha terbaik bagi kepentingan klub. Segenap pemain dianggap olehnya masih harus melakukan pekerjaan keras daripada biasanya untuk keluar dari keadaan buruk seperti sekarang ini.

Pria berumur 25 tahun itu tidak dapat memungkiri jika El Real memang masih berada pada periode yang sulit karena selama ditangani Lopetegui, mereka hanya meraih enam kemenangan dan dua hasil seri dari total 14 laga. Hal itu mengakibatkan pada akhirnya Lopetegui resmi didepak Madrid, sementara pihak klub memilih untuk mempromosikan Santiago Solari yang sebelumnya pelatih Real Madrid B (Castilla), sebagai interim alias pelatih sementara. Semenjak bergabung dengan El Rea, Mariano sudah terlibat dalam 11 pertandingan di semua kompetisi. Dia memberikan kontribusi satu gol dalam ajang Liga Champions Sungguh disesali lagi karena Los Blancos pun baru saja mendapatkan pemberitaan buruk akibat cedera yang dialami salah satu pemain andalannya, yakni Raphael Varane.

Pesepak bola berkebangsaan Perancis tersebut diklaim mesti absen selama 1 bulan untuk pemulihan. Seperti dilaporkan media setempat, Varane yang membawa Perancis juara Piala Dunia 2018, mengalami cedera otot adductor pada kaki kanan. Maka dari itu, bek tengah berumur 25 tahun tersebut harus menepi setidaknya selama empat minggu ke depan. Tentu saja kabar tersebut menjadi sebuah pukulan telak bagi Madrid yang sekarang ini dapat diibaratkan seperti peribahasa berbunyi sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Betapa tidak? Pasalnya pada saat ini tim benar – benar dituntut untuk berjuang keras agar bisa membebaskan diri dari momen – momen buruk. Akan tetapi, di tengah upaya para pemain untuk bisa segera bangkit, klub bergelar Los Merengues tersebut justru kehilangan pilar penting. Dengan demikian, Madrid sudah kehilangan dua pemain belakang. Hal itu disebbakan karena mereka sudah terlebih dulu kehilangan bek kanan uamanya, yaitu Dani Carvajal yang belum tersedia untuk beberapa pertandingan ke depan. Selama ini, Varane selalu menjadi pilihan utama. Sejak awal musim, dia sudah terlibat dalam 12 pertandingan di semua kompetisi.

Baca Juga :